Rabu, 16 Maret 2011

Nosce Te Ipsum

Dengan artian Kenalilah dirimu sendiri itulah terjemahan dari judul diatas, Nosce te Ipsum adalah terjemahan dari bahasa yunani (gnothi seauton) yang tertulis di pintu gerbang Kuil Apolo, di Delphi, Yunani. Ungkapan ini dipopulerkan lagi oleh Sokrates (470-399 AD). Dengan ungkapan ini Sokrates menekankan bahwa titik tolak untuk mencari kebijaksanaan adalah pengenalan diri sendiri.

Pengenalan akan diri sendiri merupakan kunci utama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lain yang ada dalam hidup sehari-hari, misalnya apa itu kebenaran? apa itu kebaikan? apa itu kejahatan? apa itu keadilan? dan sederetan pertanyaan lainnya, maka hal utama menurut Sokrates adalah pengenalan diri sendiri.

Ada ungkapan lain dalam bahasa latin untuk menegaskan orang yang mengenal diri sendiri biasanya menjadi pribadi yang autentik, "Esto quod es: quod sunt alii, sine quemlibet esse" , yang memiliki terjemahan dalam bahasa kita adalah "Jadilah dirimu sendiri; biarkanlah orang lain menjadi diri mereka sendiri seperti apa yang mereka kehendak$"i. Mengenal diri sendiri tidak hanya mengenal nama kita, asal-usul kita, sifat-sifat yang kita miliki, tetapi lebih dari itu, mengenal diri berarti mengenal dimensi terdalam sebagai manusia, Dimensi itu ada dalam jiwa kita sebagai manusia yang seutuhnya yang memiliki pemikiran, melakukan tindakan, dan menegaskan nilai-nilai penting yang perlu diperjuangkan dalam hidupnya. Dalam hal ini, Cicero berkata: " Animus hominis semper appetit agere aliquid" --" Jiwa manusia selalu ingin melakukan sesuatu" (Cicero, De fin, 5, 20)

Jika kita ingin mengetahui tentang banyak hal tentang sesama, alam, dan Tuhan yang menciptakan kita semua, kita harus memasuki ke dalam pintu pengenalan diri sendiri. Dengan mengenal diri pertama-tama berarti memahami siapa diri kita sebenarnya. Setelah mengenal siapa kita, maka tahapan selanjutnya adalah menerima diri, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita. Dengan demikian kita dapat memahami diri kita secara autentik dan utuh seutuhnya. Kemudian setelah kita mencapai pemahaman diri dan seterusnya kita dituntun untuk mengenal sesama dan kebenaran-kebenaran penting lainnya dalam ruang kehidupan kita. Pada titik ini, orang lain adalah diri anda yang berada di luar.

Dengan itu semua kita dapat membuat hidup kita ini semakin berkembang, oleh karena itu kita semua bisa berbicara bersama-sama berkata : " Hidup yang tidak direnungkan/diperiksa tidak layak untuk dihidupi". Dengan perenungan mendalam dalam hidup kita ini, kita semua semakin diantarkan pada pengenalan dan pengakraban diri. "Agere volentem semper meditare decet " -- " yang punya keinginan untuk melakukan haruslah selalu merenungkannya" benar adanya ungkapan adagium latin diatas dalam konteks pengenalan diri kita ini secara mendalam. Hal-hal baik dan mulia lah yang harus kita renungkan sehingga mengantar kita pada kedalaman kenal akan diri sendiri.

"Kebijaksanaan sejati dapat kita pahami jika kita mengenal diri kita sampai jiwa kita yang terdalam", Penulis.



(Sumber: Buku "Ex Latina Claritas" , Pius Pandor CP )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar